LOKAL  

DONGKRAK EKONOMI DAERAH : Pemkab KSB Genjot 3 Klaster Pembangunan

_Pariwisata, Pertanian-Peternakan-Perikanan, dan Industri Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah_

Taliwang KSB, Mediajejakdigital.net — Membangun daerah bukan hanya soal menghadirkan program, tetapi bagaimana setiap potensi lokal dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru. Semangat itu menjadi ruh dari KSB Maju Luar Biasa, gerakan pembangunan terpadu Kabupaten Sumbawa Barat untuk mempercepat kemajuan daerah.
 
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomimfo) Dedy Damhudy M. Khatim,  S.P. MS.i menyebutkanbKSB Maju Luar Biasa dijalankan melalui tiga klaster utama yang dikembangkan secara terpadu: Klaster Pariwisata, Klaster Pertanian-Peternakan-Perikanan, dan Klaster Industri. Tujuannya jelas: menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. 
 
KLASTER PARIWISATA : INVESTASI DAN KERAKYATAN
 
Pengembangan pariwisata diarahkan ke dua jalur: pariwisata investasi dan pariwisata kerakyatan. Tujuannya agar potensi alam, budaya, dan wastra KSB tidak hanya jadi destinasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
 
KLASTER PERTANIAN, PETERNAKAN DAN PERIKAN
 
Sektor pangan jadi fokus utama. Program yang dijalankan meliputi: Penangkaran benih padi untuk ketahanan pangan, Agribisnis peternakan sapi, Budidaya perikanan. 
 
Pemkab memastikan potensi lokal tidak berhenti di komoditas mentah. Hasilnya diarahkan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan jadi kekuatan ekonomi daerah.
 
KLASTER INDUSTRI: HILIRISASI DAN KETENAGAKERJAAN
 
Ini jadi kunci menaikkan kelas produk KSB. Ada dua arah: Industri Hilirisasi : Mengolah hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan hortikultura menjadi produk bernilai tambah. Mulai dari produksi, pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga dukungan logistik. 
 
Industri Ketenagakerjaan : Meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan vokasional, sertifikasi kompetensi, penguatan sarana pelatihan, hingga revitalisasi Balai Latihan Kerja – BLK agar siap dengan kebutuhan pasar kerja.
 
DUKUNG FISKAL DENGAN OPTIMALISASI PAD
 
Agar program berjalan berkelanjutan, kapasitas fiskal daerah jadi perhatian. Pendapatan Asli Daerah – PAD menjadi salah satu sumber pembiayaan prioritas.
 
Salah satu kontribusinya datang dari Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing – DKPTKA. Dalam proses perpanjangan RPTKA ke Kementerian Ketenagakerjaan, perusahaan TKA wajib membayar DKPTKA yang masuk ke kas daerah.
 
Data 2025: Tercatat 224 TKA melakukan perpanjangan RPTKA dengan kontribusi sekitar Rp. 4,6 miliar. Memasuki 2026, penerimaan dari sektor ini menunjukkan perkembangan positif dan masih berpotensi bertambah.
 
“Kontribusi DKPTKA menjadi bagian dari PAD yang mendukung program prioritas, termasuk pengembangan industri dan peningkatan kapasitas SDM ketenagakerjaan,” jelas Kadis.
 
HARAPAN: NILAI TAMBAH  DAN KESEMPATAN EKONOMI LUAS
 
Dengan tiga klaster ini, KSB Maju Luar Biasa diharapkan terus menghasilkan nilai tambah, membuka kesempatan ekonomi, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Sumbawa Barat. (*/mjd) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *