
Taliwang KSB, Mediajejakdigital.net– Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat keamanan siber dan tata kelola keamanan informasi. Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Kabupaten Sumbawa Barat Computer Security Incident Response Team (KSB-CSIRT) yang digelar di Ruang Rapat Gili Kenawa, Sekretariat Daerah, Rabu (15/7).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah drh. Hairul Jibril, M.M. selaku Pengarah KSB-CSIRT. Hadir Kepala Dinas Kominfo Dedy Damhudy M. Khatim, S.P., M.Si, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Titin Yuliana, S.Kom., M.Si, unsur Aptik, Seksi Persandian, anggota Tim KSB-CSIRT, serta perwakilan Polres Sumbawa Barat, Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, dan Kodim 1628/KSB sebagai mitra koordinasi eksternal.
*TTIS Jadi Proyek Strategis, APH Dilibatkan*
Dalam laporannya, Kadis Kominfo Dedy Damhudy menyampaikan bahwa Transformasi Tata Kelola Informasi Strategis (TTIS) merupakan proyek strategis daerah yang mendapat perhatian hingga tingkat pusat dan provinsi.
Untuk itu, pelibatan Aparat Penegak Hukum dinilai penting guna memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi ancaman siber sekaligus mendukung penegakan hukum terhadap tindak pidana di ruang digital.
*Sekda: Respons Keluhan Masyarakat Harus Cepat dan Berbasis Data*
Sekda Hairul Jibril menegaskan pentingnya komitmen bersama agar setiap pembahasan menghasilkan langkah nyata.
Ia meminta Diskominfo lebih proaktif mengelola data sektoral di OPD strategis, menguasai informasi daerah baik digital maupun non-digital, serta aktif memantau media sosial untuk merespons keluhan masyarakat secara cepat, tepat, dan berbasis data valid.
*Kilau TTIS 24 Jam dan Peringkat SPBE Peringkat 2 NTB*
Kabid Statistik dan Persandian Titin Yuliana memaparkan bahwa Pemkab KSB terus memperkuat keamanan informasi seiring capaian Indeks SPBE dan Keterbukaan Informasi Publik peringkat 2 se-NTB.
Penguatan diwujudkan melalui inovasi Kilau TTIS 24 Jam dengan alur kerja terpadu. Pemantauan lalu lintas data dilakukan menggunakan perangkat Wazuh oleh Seksi Persandian. Hasilnya ditindaklanjuti Bidang Aptik bersama agen penanganan insiden di tiap OPD.
Saat ini Pemkab juga tengah memproses pembaruan SK Tim KSB-CSIRT untuk mengintegrasikan APH sebagai mitra resmi koordinasi penegakan hukum pidana siber.
*Literasi Digital dan Evaluasi Mingguan*
Selain penguatan kelembagaan, literasi digital masyarakat terus didorong melalui *Buletin BARIRI* dan sosialisasi. Peningkatan kapasitas SDM, infrastruktur, dan dukungan lainnya juga dilakukan bertahap.
Tim KSB-CSIRT berkomitmen melakukan evaluasi penanganan insiden setiap minggu. Dari sisi teknis, hasil pemantauan dianalisis berjenjang agar notifikasi bisa diklasifikasi sesuai risiko. Sistem monitoring terus disempurnakan untuk mempercepat mitigasi dan memperkuat ketahanan sistem.
*Fokus Sosialisasi Hingga Desa*
Dalam diskusi, peserta sepakat sosialisasi keamanan digital perlu diperluas hingga desa dan kecamatan. Tujuannya meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital, penyalahgunaan aplikasi, dan penyebaran informasi hoaks.
Sinergi Pemda, APH, dan pemangku kepentingan diharapkan memperkuat ketahanan siber serta meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab. (Red/mjd)
