
Desa Goa KSB, Mediajejakdigital– Tradisi _Pesta Melala_ kembali digelar masyarakat Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat pada 1 hingga 10 Muharram 1448 H, bertepatan dengan 16 Juni hingga 26 Juli 2026. Acara tahunan ini menjadi ajang syukur sekaligus mempererat silaturahmi warga.
_Melala_ dalam bahasa Sumbawa berarti “bergembira bersama”. Tahun ini panitia merancang rangkaian kegiatan selama 10 hari penuh:
1. 1 Muharram : Tabliq Akbar pembuka
2. 2–4 Muharram : Lomba Semarak Muharram untuk anak dan remaja
3. 5 Muharram : _Mangan Lawang Karang_ – tradisi makan bersama di setiap dusun
4. 10 Muharram : Puncak acara dengan Lomba _Me Suroh_ dan Melala
Ketua Panitia Kegiatan, Abdul Wahid, S.Sos, mengatakan seluruh rangkaian sudah masuk tahap finalisasi. “Kami libatkan seluruh unsur masyarakat, dari pemuda, ibu-ibu PKK, hingga tokoh adat. Targetnya acara berjalan tertib, meriah, dan membawa manfaat sosial,” ujarnya.
Pj. Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim M.Pd menegaskan, Pesta Melala bukan sekadar perayaan, tapi warisan budaya yang menjaga nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
“10 Muharram itu hari mulia. Kami manfaatkan untuk berbagi makanan, santuni anak yatim, dan memperkuat persatuan warga,” katanya.
Tradisi Pesta Melala di Desa Goa sudah berlangsung puluhan tahun. Selain nilai religius, acara ini juga menjadi daya tarik wisata budaya lokal di KSB setiap tahun.
Panitia mengundang masyarakat KSB dan wisatawan untuk hadir meramaikan seluruh rangkaian kegiatan. (Arip/mjd)




