
Sumbawa Barat, Mediajejakdigital– RSUD Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat menggandeng RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur, untuk memperkuat layanan Rehabilitasi Medik. Langkah kolaborasi ini dilakukan guna memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan fisioterapi bagi masyarakat KSB.
Sebagai bentuk sinergi, RSUD Asy-Syifa’ mendatangkan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Sp.KFR dari RSUD dr. R. Soedjono Selong. Kehadiran dokter spesialis tambahan diharapkan membuat layanan fisioterapi lebih optimal dan menjangkau lebih banyak pasien sesuai indikasi medis.
*Komitmen Tingkatkan Layanan Rujukan*
Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhairi, menyebut kolaborasi ini wujud komitmen rumah sakit meningkatkan mutu layanan kesehatan rujukan.
“Kami ingin memastikan masyarakat Sumbawa Barat mendapatkan layanan rehabilitasi medik yang lengkap, tepat waktu, dan sesuai standar pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Saat ini layanan fisioterapi RSUD Asy-Syifa’ untuk peserta BPJS Kesehatan dijadwalkan 2 kali dalam sebulan. Pola ini menyesuaikan jadwal praktik dokter spesialis yang didatangkan sekaligus mengikuti ketentuan BPJS Kesehatan. Pasien pada kunjungan awal wajib konsultasi dan evaluasi langsung dengan dokter spesialis.
Kondisi itu berdampak pada penumpukan antrean pasien di jadwal tertentu. Meski begitu, RSUD Asy-Syifa’ terus menyesuaikan pelayanan agar kebutuhan terapi pasien tetap terpenuhi optimal.
*Solusi Jangka Panjang: Lahirkan Dokter Spesialis Putra Daerah*
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat saat ini menyekolahkan putra daerah untuk pendidikan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik di Universitas Brawijaya. Jika lulus, daerah akan memiliki dokter spesialis rehabilitasi medik tetap sehingga layanan fisioterapi bisa diberikan setiap hari secara maksimal dan berkesinambungan.
*Dukungan BPJS Kesehatan KSB*
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumbawa Barat, Zaenudin, mengapresiasi langkah RSUD Asy-Syifa’.
“BPJS Kesehatan mendukung penuh upaya RSUD Asy-Syifa’ meningkatkan layanan. Dengan penguatan jadwal praktik dan penataan layanan, pasien dapat menjalani terapi secara teratur sesuai ketentuan,” jelas Zaenudin, Rabu 4 Juni 2026.
Ia mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti prosedur: konsultasi dan asesmen awal oleh dokter spesialis agar terapi fisioterapi dijamin BPJS Kesehatan sesuai diagnosis dan durasi terapi yang ditetapkan.
*Manfaat bagi Masyarakat*
Kehadiran dokter spesialis tambahan diharapkan mampu:
1. Memperluas akses layanan rehabilitasi medik bagi masyarakat KSB
2. Meningkatkan mutu terapi sesuai standar kedokteran fisik dan rehabilitasi
3. Mendukung percepatan pemulihan pasien pasca stroke, cedera, dan kondisi medis lain yang butuh fisioterapi rutin
4. Menjadi fondasi penguatan layanan jangka panjang menuju dokter spesialis rehabilitasi medik tetap di daerah
RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat bersama BPJS Kesehatan Cabang Sumbawa Barat berkomitmen terus berkoordinasi agar layanan kesehatan rujukan berjalan optimal, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Arip/mjd)








