_15 Pelaku UMKM Dibekali Materi Dan Praktik Langsung Oleh Poltekpar Lombok_
Taliwang KSB,
Mediajejakdigital.net — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga – Disparpora Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif. Melalui Bidang Ekonomi Kreatif, Disparpora menggelar Pelatihan Kewirausahaan bertema “Peningkatan Kualitas Jajanan Tradisional” pada 2–4 Desember 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha kuliner dan mengembangkan produk jajanan tradisional agar memiliki nilai ekonomi serta potensi jadi produk unggulan daerah.
15 UMKM SE-KSB IKUT PELATIHAN
Pelatihan ini diikuti 15 peserta dari berbagai pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman, S.E, dalam sambutannya ia menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas produk kuliner tradisional.
“Agar memiliki daya saing serta memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat, ” ujarnya.
DIBIMBING LANGSUNG DOSEN POLTEKPAR LOMBOK
Untuk memastikan kualitas materi, Disparpora menghadirkan 2 narasumber dari Poltekpar Lombok Tengah : Oktomi Harja,
S.Par., M.M., Yusup Apriyanto,
M.Sc. “Keduanya memberikan materi dan pendampingan langsung terkait pengelolaan, pengemasan, hingga strategi pengembangan jajanan tradisional, ” terang Kadis.
Peserta tidak hanya belajar teori. Mereka juga praktik langsung membuat jajanan tradisional, mulai dari proses pengolahan hingga menghasilkan produk yang berkualitas dan layak jual.
Dengan perpaduan teori dan praktik, peserta diharapkan memahami tahapan produksi secara menyeluruh
TARGET: JAJAN TRADISIONAL JADI PRODUK UNGGULAN
Tujuan utama pelatihan ini ada 3: Melestarikan kekayaan kuliner daerah Sumbawa Barat, Membuka peluang usaha baru dan meningkatkan daya saing produk lokal, Berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat KSB
Disparpora berharap, ke depan jajanan tradisional Sumbawa Barat tidak hanya lestari sebagai budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang punya daya tarik, nilai jual, dan potensi ekspor.
“Kita ingin jajanan KSB naik kelas. Kreatif, inovatif, berkualitas, dan jadi kebanggaan daerah,” tutup Nurdin Rahman. (*/mjd)
Post Views: 5,645