Gagal Jadi Tuan Rumah Kick Boxing Porprov, KONI KSB : Keputusan Rugikan Daerah

Taliwang KSB, Mediajejakdigital. Net– Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (KONI KSB) menyatakan kemarahan besar atas keputusan pemindahan venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB cabang Kick Boxing ke Mataram. Padahal, KSB sudah dipastikan sebagai tuan rumah dan persiapan telah berjalan matang.
 
Ketua KONI KSB Andi Laweng, MH, mengaku kaget dan kecewa setelah menerima usulan pemindahan dari Pengurus Provinsi Kick Boxing NTB.
 
“Jujur saya sangat kaget dan kecewa dengan adanya pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov cabor Kick Boxing,” tegas Andi Laweng, Kamis 3/7/2026 di Taliwang.
 
*Proses Panjang, Anggaran Sudah Keluar*
 
Andi menjelaskan, penetapan KSB sebagai tuan rumah melalui proses panjang termasuk verifikasi lapangan. Ia menilai KONI NTB tidak bisa serta merta menyetujui pemindahan hanya karena usulan pengprov.
 
“KONI NTB harus pahami prosedur awal untuk penetapan lokasi pelaksanaan porprov, jadi tidak bisa serta merta dengan menyetujui pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov,” sesalnya.
 
KONI KSB juga merasa dirugikan secara materi. “Pihaknya telah mengeluarkan anggaran besar untuk persiapan awal, termasuk pembelian material yang akan dipergunakan saat pelaksanaan Porprov,” ujarnya. Ia juga menyayangkan alasan yang dikemukakan Kick Boxing NTB terkait pemindahan tersebut.
 
*Ketua Kick Boxing KSB Dipecat di Tengah Persiapan*
 
Hal senada disampaikan Ketua Kick Boxing Indonesia KSB, Santri Yusmulyadi, ST. Ia mengaku kaget dipecat sebagai ketua di saat sedang menyiapkan fasilitas pendukung Porprov.
 
“Saya sendiri kaget dipecat sebagai pengurus Kick Boxing disaat sedang mempersiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan Porprov. Dengan arogan juga ketua Kick Boxing NTB memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” ungkap Santri.
 
Menurutnya, persoalan ini berkaitan dengan kebijakan anggaran. Kebijakan Pemda KSB dan KONI KSB menetapkan anggaran Porprov dikelola oleh KONI bersama cabor daerah, bukan diserahkan ke pengprov. 
 
“Kenapa anggaran harus diberikan ke Kick Boxing NTB, sementara pelaksanaan di KSB,” urainya.
 
*Alasan Keamanan Dibantah*
 
Santri menyinggung salah satu alasan pemindahan yang disebut-sebut soal keamanan. Ia menilai hal itu melukai masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri.
 
“Ingat ya, KSB tercatat sebagai daerah Zero horizontal konflik atau kabupaten yang dinyatakan paling aman di NTB,” tegasnya.
 
Meski dipecat, Santri memastikan tetap mendampingi atlet Kick Boxing KSB. “Saya tidak gila menjadi ketua Cabor, tetapi semangat mengejar target perolehan medali tidak boleh surut meskipun dipindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” janjinya.
 
Hingga berita ini diturunkan, KONI NTB dan Pengurus Kick Boxing NTB belum memberikan keterangan resmi terkait pemindahan venue dan prosedur yang ditempuh. (Red/mjd) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *