DIJABARKAN DI JAKARTA: Bupati Amar Paparkan “KSB Maju” Dari Data Sampai Jemput Bola

_Data Harus Berakhir pada Tindakan, Teknologi Adalah Alat_

JAKARTA, Mediajejakdigital.net — Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si.menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Inovasi Layanan Fasilitas Kesehatan Modern Indonesia 2026 yang digelar Persatuan Kolaborasi Kesehatan Nasional – PKKN di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
 
Ia memaparkan arah transformasi pelayanan kesehatan KSB yang kini bergeser dari sekadar bangun fasilitas, menjadi pelayanan yang mudah, cepat, terintegrasi, proaktif, dan berbasis risiko*.
 
PONDASI UTAMA: KARTU KSB MAJU – MAJU KESEHATAN
 
Bupati menjelaskan Kartu Sumbawa Barat Maju khususnya Layanan Maju Kesehatan jadi kebijakan prioritas di RPJMD KSB 2025–2029.
 
“Pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas dan menyediakan program. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan,” ujar Bupati.
 
Melalui Maju Kesehatan, Pemkab KSB menyediakan: 
1.  TRC Ambulans berbasis Puskesmas 
2.  Ambulans rujukan gratis ke luar daerah
3.  Bantuan biaya pendamping pasien rujukan rawat inap
4.  Pelayanan pemulangan jenazah dari luar daerah
 
Perbup No. 13 Tahun 2025 mengatur: masyarakat cukup hubungi call center Puskesmas, lalu ambulans + nakes datang ke lokasi.
 
SEMUA TERINTEGRASI DI APLIKASI KSB MAJU
 
Seluruh layanan Maju Kesehatan terhubung dengan Aplikasi KSB Maju untuk pendataan, pencatatan, monitoring, dan evaluasi. Perbup No. 13/2025 menetapkannya sebagai sistem informasi resmi Kartu KSB Maju.
 
LANGKAH LANJUTAN: SIAGA PRIMA KSB
 
Bupati juga paparkan SIAGA PRIMA KSB – _Sistem Integrasi dan Akselerasi Gerakan Pelayanan Primer Berbasis Risiko_. Ada 3 pilar :
 
1.  Siaga Datab: Integrasi data + peta risiko di Aplikasi KSB Maju
2.  Siaga Sistem : Tata kelola & koordinasi lewat TRC Satu Komando – Command Centre
3.  Siaga Layanan : Aksi langsung ke masyarakat lewat Puskesmas, Posyandu, kunjungan rumah
 
“Data harus berakhir pada tindakan. Dari data kita tahu siapa yang berisiko, di mana lokasinya, pelayanan apa yang dibutuhkan, siapa yang bertanggung jawab,”imbuh Bupati.
 
PESAN UTAMA: TEKNOLOGI UNTUK MANUSIA
 
Bupati menegaskan teknologi bukan tujuan akhir. “Teknologi adalah alat. Tujuan akhirnya tetap masyarakat. Pemerintah harus hadir lebih cepat, lebih dekat, dan lebih tepat ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
 
Transformasi ini sejalan dengan visi “Terwujudnya KSB Maju Luar Biasa Menuju Transformasi Kesejahteraan Masyarakat Sumbawa Barat”. (*/mjd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *