Sumbawa Besar, Mediajejakdigital– Kejurwil VI NTB Tapak Suci yang diadakan tanggal 20-26 Desember 2025 di Selong, Lombok Timur telah berakhir. Kabupaten Sumbawa yang mengutus 72 atlit harus puas pada juara umum III dengan mengantongi 16 medali emas, sedangkan juara umum pertama dan kedua masing-masing Lombok Timur dan Lombok Barat.
Sekretaris Umum Tapak Suci Kabupaten Sumbawa, Muhammad Isnaini, SH dalam keterangannya, Jumat (26 Desember 2025) mengatakan, sebaran medali emas tahun ini hampir merata tidak ada yang mencolok. Artinya kemampuan bertanding atlit Tapak Suci di NTB ini tidak diragukan lagi.
Kendati demikian, Sumbawa sangat puas dengan hasil ini sebab di usia dini dan usia pra remaja hampir semua medali emas tergantung di leher atlit Sumbawa. “Sekarang Tapak Suci Sumbawa sudah mulai menggeliat, baik ke pelatihannya, kualitasnya maupun kuantitasnya, saya kira, tahun 2025 adalah tahun benar-benar bangkitnya Tapak Suci Sumbawa,” jelas Muhammad Isnaini.
Ditambahkan Isnaini, ada 5 orang atlit yang dikirim ke kejuaraan nasional di Jogja dan masih menunggu hasil. Serta satu orang wasit juri Tapak Suci telah berlisensi wasit juri internasional.
Lanjutnya, Kejurwil 2026 Sumbawa dipercaya menjadi tuan rumah. Dirinya sebagai pimpinan Tapak Suci Sumbawa sudah mulai membangun relasi dengan pimpinan daerah Muhammadiyah, Pemerintah Daerah, IPSI, KONI serta stakeholder lainnya.
“Kami belajar dari perhelatan Lombok Timur, baik cara Lombok Timur memperkenalkan kearifan lokal, budaya-budaya hebatnya serta prosesi selama kegiatan berlangsung, kami telah pelajari semua dan kami akan coba menonjolkan inilah Sumbawa sesungguhnya,” jelasnya.
Lebih jauh, Sumbawa selain mempersiapkan gelanggang hebat dan menjadi tuan rumah yang hebat, juga terus menggenjot atlitnya agar berprestasi di Kejurwil VII tahun 2026 nantinya. Sumbawa sudah membagi tim: ada tim yang akan konsen dengan atlit dan ada juga tim yang akan konsen dengan persiapan Kejurwil. (HARTADI/mjd)
