Lombok Tengah NTB, Mediajejakdigital– Ketua Umum Asosiasi Pemuda Inspirator Nusa Tenggara Barat (NTB), Haikal Firmansyah, memimpin suara pemuda dalam mengawal aspirasi ratusan guru honorer yang menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (14/1/2026).
Aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kejelasan status dan kesejahteraan guru honorer yang hingga kini masih menjadi persoalan di sektor pendidikan daerah. Aksi berlangsung tertib dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.
Dalam keterangannya kepada awak media, Haikal Firmansyah menegaskan bahwa kehadiran pemuda dalam aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan pendidikan di Lombok Tengah.
“Kami hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan untuk mendorong dialog yang adil dan bermartabat. Guru honorer adalah penjaga masa depan pendidikan daerah dan sudah seharusnya mendapatkan kejelasan status serta kebijakan yang berpihak,” ujar Haikal.
Menurutnya, persoalan guru honorer tidak bisa terus dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan keadilan sosial.
“Pendidikan tidak akan pernah kuat jika para pendidiknya terus berada dalam ketidakpastian. Ini bukan semata soal kesejahteraan, tetapi soal keadilan dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Haikal juga mendorong DPRD Kabupaten Lombok Tengah agar memfasilitasi forum resmi yang melibatkan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BKPSDM, serta perwakilan guru honorer guna membahas solusi konkret dan berkelanjutan.
Aliansi Guru Honorer Lombok Tengah berharap aksi damai ini menjadi langkah awal lahirnya peta jalan kebijakan yang jelas terkait status dan pengangkatan guru honorer di Lombok Tengah.
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Kantor DPRD Lombok Tengah terpantau aman dan kondusif. Para peserta membubarkan diri secara tertib sambil menegaskan komitmen untuk terus mengawal isu pendidikan melalui jalur dialog dan konstitusional. (Awin/mjd)
Berita Terkait
Post Views: 132
